Search JavaScript Kit:

This free script provided by
JavaScript Kit

Jenis Plat Kopling ( Clutch ) dan Fungsinya Pada Kendaraan Bermotor


Plat kopling ( Clutch ) adalaha alat mekanis yang dipakai untuk mentransmisikan daya dari alat komponen yang satu ke alat komponen yang lainnya saat diaktifkan dan berbeda sekali dengan rem yang memiliki fungsi untuk menghentikan putaran roda ketika di jalankan.
Plat kopling ( Clutch ) di pakai ketika kemampuan untuk mentransmisikan daya atau pergerakan yang diperlukan akan diaktifkan atau dikendalikan pada waktu tertentu. Tidak terkecuali pengendalian kecepatan putar yang akan dikirimkan dari mesin ke komponen lainnya.
Aplikasi yang paling sederhana dari plat kopling adalah dengan menghubungkan 2 poros yang berputar, dimana salah satu poros yang menjadi penggeraknya. Dalam masalah ini, poros penggerak terpasang dengan motor atau sumber daya lain atau poros yang digerakkan terhubung dengan beban kerja. Misalnya cara kerja mesin bor, satu poros tersambung dengan motor dan satu poros lainnya tersambung dengan chuck. Plat kopling ( Clutch ) menyambungkan 2 poros sehingga keduanya bisa berputar pada kecepatan sama atau berputar dengan kecepatan putar yang berbeda.

Ada 9 jenis plat kopling ( Clutch ) pada kendaraan bermotor adalah sebagai berikut :

1. Plat Kopling ( Clutch )

  • jenis ini adalah yang paling umum. Plat kopling modern terbuat dari keramik atau bahan organik campuran resin dengan kawat tembaga. Koefisien geseknya adalah 0,35 untuk material organik sementara untuk keramik adalah 0,25. Bahan material keramik biasanya digunakan untuk alat berat seperti truk atau untuk balapan. Material keramik yang keras akan menyebabkan roda gila dan mankok penekan cepat aus ( rusak ).
2. Plat Kopling Multipiring
  • Jenis ini memakai beberapa piringan yang dipasangkan dengan beberapa penggerak. Plat kopling ini banyak digunakan untuk mobil balap, beberapa jenis sepeda motor, transmisi otomatis, lokomotif diesel dan beberapa system 4WD yang kontrol secara elektronik.

3. Plat Kopling Basah

  • Jenis ini adalah jenis friksi yang pemakaiaanya direndam dalam pelumas yang dingin. Cairan pelumas ini akan menjaga permukaan tetap kering dan memberikan tampilan yang lebih halus ketika plat kopling dilepas ataupun disambung. Umur Plat kopling basah memiliki usia relatif lama. Adapun kerugian menggunakan jenis ini adalah banyak energi yang hilang karena adanya gesekan dengan fluida dan pelumas menjadikan lebih licin. Penggunaan beberapa piringan akan meningkatkan koefisien gesek yang rendah pada plat kopling basah.
4. Plat Kopling Sentrifugal
  • Jenis ini dipakai pada beberapa kendaraan dan aplikasi lainnya dimana kecepatan mesin menentukan kondisi dari plat kopling. Jenis ini memanfaatkan gaya sentrifugal untuk secara otomatis memasang atau melepas plat koplingsaat kecepatan putar mesin melebihi batas dan melepas atau memasang plat kopling ketika kecepatan putar mesin terlalu rendah.
5. Plat Kopling Kerucut
  • Jenis ini seperti namanya berarti memperluas bidang permukaan gesek pada diameter plat kopling yang sama dibanding dengan plat kopling piringan. Tapi proses penyambungan dan pelepasan plat kopling menjadi agak lama dan diperlukan lebih banyak tekanan.
6. Plat Kopling Pembatasan Torsi
  • Jenis ini disebut pula plat kopling slip atau plat kopling keselamatan. Alat ini memungkinkan poros yang berputar untuk slip ketika suatu tahanan berlawanan dengan putaran mesin. Contohnya adalah mesin pemotong rumput. Cara kerjanya yaitu pembatas torsi akan menghentikan transmisi daya ketika pisau pemotong melibas batu, batan pohon atau benda keras lainya. Efeknya jika tidak ada pembatas torsi maka mesin akan rusak karena beban terlalu tinggi melampaui daya mesin.
7. Plat Kopling Sabuk
  • Jenis ini banyak dipakai pada alat dan mesin pertanian serta beberapa jenis helikopter yang digerakkan dengan piston. Daya mesin ditransmisikan melalui sabuk V yang longgar saat mesin dalam keadaan tak bekerja. Dan ketika pulley idle digerakkan, maka sabuka akan mengencang dan kemudian otomatis daya mesin mampu ditransmisikan.
8. Plat Kopling Hidrolik
  • Pada jenis ini poros yang bergerak dan yang digerakkan tak terhubung secara fisik melainkan secara hidrodinamika.
9. Plat Kopling Elektromagnetik
  • Pada jenis ini diaktifkan dengan memakai elektromagnetik yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian plat kopling. Dan kontak juga slip cenderung halus.
Demikianlah penjelasan singkat tentang beberapa jenis plat kopling dan fungsinya pada kendaraan bermotor, semoga bermanfaat.

Disarikan dari Id.Wikipedia.Org
Hak Cipta Sepenuhnya pada Wikipedia.Org
visit page


0 komentar:

Post a Comment

No spam...