Search JavaScript Kit:

This free script provided by
JavaScript Kit

Dian motor cell

Placed AD here !!

Pop Cash

Pop Cash

Pop Cash

Showing posts with label Seputar Info Part. Show all posts
Showing posts with label Seputar Info Part. Show all posts

Daftar Kumpulan Persamaan Sparepart Sepeda Motor

"Tak kenal maka tak sayang... Tak kenal maka lebih dekat dengan kesalahan ... Tak kenal maka akan menyusahkan ! "
Begitulah kira-kira gambaran ketika kita membeli sparepart yang model, type dan kodenya tidak tahu jadi hal ini tidak bisa dianggap sepele karena pada akhirnya akan menyusahkan kita juga. Misalnya kita ingin membeli produk seperti kampas rem depan ( Discpad ) untuk sepeda motor Jupiter MX ( Kode IS7 ) bisa pakai menggunakan Discpad MIO ( kode 5LW ) maka apabila kita tidak tahu ketika barang yang dimaksud untuk Dispad Jupiter MX tidak ada maka kita bisa menyarankan atau memilih alternatif lain menggunakan Dispad MIO dan tentunya ini sangat penting bukan hanya untuk si pembeli tapi juga untuk si penjual. Dan ini bisa juga berlaku untuk sparepart dari Brand sepeda motor apa saja seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dll.
Maka untuk meringankan kejadian seperti diatas, berikut ini saya sedikit share hal tersebut untuk memudahkan si penjual atau pembeli mengetahui manakah alternatif sparepart ketika barang yang dimaksud tidak tersedia..
Klik link Download dibawah ini untuk mendapatkan file Katalog Persamaan Sparepart sepeda motor.

ID File
Nama File : Data Persamaan Part.rar
Jenis File : Doc
Ukuran File : 10 Kb.
DOWNLOAD

Demikianlah sedikit share Knowledge ini mudah-mudahan berguna bagi yang membutuhkan.

Salam
herdiz72@dmc2016

Kumpulan Daftar Harga Spareparts kendaraan Bermotor

Bagi pemilik kendaraan ataupun pemilik usaha bengkel sepeda motor sudah seyogyanya memiliki referensi terpercaya dari sparepart kendaraan yang dimiliki termasuk berapa harga dari barang lokal hingga yang asli karena tentunya barang original sudah pasti lebih terjamin kualitasnya dibanding barang lokal tapi tidak menutup kemungkinan ada yang kemasanya ORI tapi ternyata ASPAL ( Asli tapi Palsu ) dan barang inilah yang akan menghancurkan Image ORI. Untuk itulah kepada pemilik kendaraan dan pemilik bengkel dan saprepart harus lebih hati-hati dan tetap jaga kejujuran kita dalam menjual barang yang dijual.

Nah berikut ini adalah Katalog Sparepart dan Price List ( Daftar Harga ) Original dari Honda ( Honda Genuine Part - HGP ), YAMAHA ( Yamaha Genuine Part - YGP ) dan SUZUKI ( Suzuki Genuine Part - SGP ) yang bisa anda DOWNLOAD gratis.

Daftar Harga Original

Honda Genuine Part ( HGP )
Yamaha Genuine Part ( YGP )
Suzuki Genuine Part ( SGP )
Harga Updated all Brand



Dan selain untuk harga spareparts ORI, anda bisa juga memilih alternatif barang lokal yang dianggap bisa menjadi rekomendasi terpercaya seperti berikut ini :
Demikian, semoga ada manfaatnya.
Terimakasih.
@DMC2015

Beberapa Jenis, fungsi dan Kekentalan ( viskositas ) Oli Mesin


Oli mesin biasa disebut dengan Oli mesin memang banyak sekali macam dan ragamnya. Tergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri membutuhkan oli yang tepat untuk mengawetkan usia pakai ( Life Time ) mesin.

Berikut ini adalah uraian tentang Fungsi, Jenis dan Kekentalan ( Viskositas ) dari Oli mesin.
  • FUNGSI
Semua jenis oli pada dasarnya adalah sama, yaitu sebagai bahan untuk pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas dari gangguan dan sekaligus sebagai pendingin dan penyekat. Oli itu sendiri mengandung lapisan-lapisan halus yang berfungsi mencegah terjadinya benturan-benturan antar logam dengan logam lainya  pada sparepart lain, juga mencegah goresan atau keausan.
Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli mesin dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel msalnya keadaan normal beroperasi pada kecepatan rendah namun memiliki temperatur ynag lebih tinggi dibandingkan dengan mesin bensin. mesin diesel juga mempunyai kondisi kondusif yang lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan logam-logam bearing.

- Oli Mineral
  • JENIS OLI MESIN
Oli mineral terbuat dari oli dasar ( base oil ) yang diperoleh dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan telah ditambah dengan bahan2 / zat- zat aditif guna meningkatkan kemampuan dan fungsinya. Beberapa pakar mesin memberikan saran agar apabila telah terbiasa menggunakan oli minerla selam bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis karena oli sintetis pada umumnya akan mengikis deposit ( sisa ) yang telah ditinggalkan oleh oli mineral, sehingga deposit tadi ternagkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga akan mengganggu pemakaian mesin.

- Oli Sintetis

Oli ini biasanya terdiri dari Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan oli mineral, yakni Gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah kenapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral juga sebaliknya. sementara basis yang paling stabil adlah polyol-ester ( bukan bahan kayu polyester ), yang paling sedikit bereaksi ketika dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahan Karbon Reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli, karena cenderung tergabung dengan oksigen ( O2 ) sehingga menghasilkan acid ( Zat asam ).Pada intinya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.
  • KEKENTALAN ( VISKOSITAS )
Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli paling rawan sebab berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli berfungsi sebagi pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam. Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Menglair secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak. Semakin kental oli tersebut, maka lapisan yang ditimbulkan semakin lebih kental. Lapisan halus pada oli kental memberi kemampuan extra menyapu atau membersihkan lapisan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resistensi berlebih mengalirkan oli pada temperaur rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi ataupun temperatur terendah ketika mesin jalan.

Dengan demikian oli memiliki grade atau derajat tersendiri yang diatur oleh Society  of Automotive Engineers ( SAE ). Jika dikemasan tertulis angka SAE 5W-30 artinya 5W ( winter ) jika pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.

Tetapi yang terbaik adalah yang mengikuti Viskositas yang sesuai dengan permintaan mesin. Umumnya, mobil sekarang memiliki kekentalan lebih rendah dari 5W-30. Sebab mesin sekarang ini lebih Sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Tentunya tidak baik mesin ini menggunakan oli kental ( 20W-50 ) karena akan mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.

Untuk mesin yang telah tua, clearence bearing lebih besar sehingga mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal dan menyediakan lapisan film cukup untuk bearing. Dibawah ini adalah contoh tipe viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang lazim digunakan sebagi standa oli diberbagai negara atau kawasan.

  1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia.
  2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti dikawasan Inggris.
  3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti dikawasan Indonesia.

  • KUALITAS
Kualitas oli disimbolkan oleh API atau American Petroleum Institute dan simblo terakhir SL mulai diperkenalkan sejak 1 Juli 2001. Namun begitu, simblo terkahoir masih bisa dipakai untuk kategorui sebelumnya. Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan sterusnya. Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan type SH karena mesin tak akan mendapatkan proteksi maksimal karena oli SH didesai untuk mesin yang telah lama ( Tua ).
Ada 2 type API, S ( Service ) atau bisa juga ( S ) diartikean Spark-plug ignition ( pakai busi ) untuk mobil MPV atau Pickup bermesin bensin. C ( Commercial ) digunakan pada truck heavy duty dan mesin diesel. Contoh untuk kategori C adalah CF, CF-2, CG-4. Jika menggunkan mesin diesel pastikan menggunakan kategori yang tepat karena oli mesin diesel yang banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Maka oli jenis ini membutuhkan tambahan aditif dipersant dan detergen untuk membuat oli tetap bersih.
  • Notes :  Jika oli yang digunakan menggunakan type oli sintetik, maka tidak perlulagi diberikan bahan aditif lain dan justru akan mengurangi kinerja mesin dan bahkan merusaknya.

  • API SERVICE
Untuk rating API service, dapat juga dirunut dari mesin-mesin keluaran lama. Namun, pada saat ini bisa dirunut dari ketegori SF, mengingat banyaknya kategori yang akan di relesase.

1. API mesin bensin
  • SN ( Current ) 
Diperkenalkan ke publik sekitar tahun 2004. Ditujukan untuk mesin bensin yang ada saat ini. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik.
  • SL ( Current )
Merupakan kategori terakhir sampai saat ini. Diperkenalkan pada 1 Juni 2001. Oli ini didesain untuk menjaga temperatur dan mengontrol deposit lebih baik dan juga bisa mengonsumsi oli lebih rendah. Ada beberapa oli ini juga cocok dengan spesifkasi terakhir ILSAC sebagai Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya.
  • SJ ( Current ) : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua.
  • SH ( Obselete ) : Untuk generasi mesin 1996 atau sebelumnya.
  • SG ( Obselete ) : Untuk generasi 1993 atau sebelumnya.
  • SF ( Obselete ) : Untuk mesin generasi 1988 atau sebelumnya.
2. API MESIN DIESEL
  • CJ-4
Diperkenalkan pada Tahun 2006, untuk mesin HIgh Speed, mesin 4 langkah yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahu 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada yang dimiliki oleh oli yang memiliki kategori API CI-4 dengan CI-4 plus, CI-4,CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CJ-4 juga mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori dibawahnya.
  • CI-4 : Dikenalkan ke publik sejak 5 September 2002 untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 2004. Oli CI-4 diformulasikan untuk menjaga durabilitas mesin dimana gas buangnya disirkulasi ulang. Dipakai untuk mesin yang meminta kandungan belerang/ sulfur lebih besar 0,05 %. Bisa digunakan pada oli CD,CE, CF-4 dan CG-4 dan CH-4.
  • CH-4 : Dikenalkan sejak 1998 untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi standar emisi tahun 1998. Dipakai untuk mesin yang meminta kandungan belerang/ sulfur yang lebih besar 0,5 %. Bisa digunakan pada oli type CD, CE, CF-4 dan CG-4.
  • CG-4 : Dikenalkan sejak 1995 untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Dipakai untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur lebih dari 0.5 %. Cocok untuk standar emisi 1994 dan bisa dipakai pada oli CD, CE dan CF-4.
  • CF-4 : Dikenalkan sejak 1990 untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin Turbo Changer. Bisa digunakan pada oli CD, dan CE.
  • CF-2 : Diperkenalkan sejak Tahun 1994 untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa digunakan pada oli CD-II.
  • CF : Dikenalkan sejak 1994, untuk mesin off road,indirect injected dan beberapa mesin yang memakai bahan bakar dengan kandungan belerang/ sulfur diatas 0,5 %. Bisa mengganti pada oli CD.
KONTAMINASI

Kontaminasi bisa terjadi ketika terjadi adanya benda-benda asing atau partikel pencemar didalam oli. Ada terdapat 8 macam benda pencemar biasa terdapat dalam oli yaitu :
  1. Keausan Elemen. Ini menunjukan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga, besi, chromium, alumunium, timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium.
  2. Kotoran atau Jelaga. Kotoran bisa masuk kedalam oli melalui embusan angin melewati sela-sela ring dan melalui sela lapisan oli tipisyang kemudian merambat menuruni dinding silinder. Jelaga ditimbulkan dari hasil pembakaran yang tidak habis. Kepulan asap hitam dan kotornya filter menandai terjadinya Jelaga.
  3. Bahan bakar.
  4. Air. Ini merupakan produk sampinganpembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di CrankCase ketika temperatur operasional mesin kurang memadai.
  5. Produk-produk Nitrasi. Akan nampak pada mesin berbahan bakar gas alam.

Demikianlah uraian seputar jenis, fungsi dan kekentalan Oli mesin untuk kendaran bermotor. Semoga ada manfaatnya.


Disarikan dari Id.Wikipedia.Org

Jenis Plat Kopling ( Clutch ) dan Fungsinya Pada Kendaraan Bermotor


Plat kopling ( Clutch ) adalaha alat mekanis yang dipakai untuk mentransmisikan daya dari alat komponen yang satu ke alat komponen yang lainnya saat diaktifkan dan berbeda sekali dengan rem yang memiliki fungsi untuk menghentikan putaran roda ketika di jalankan.
Plat kopling ( Clutch ) di pakai ketika kemampuan untuk mentransmisikan daya atau pergerakan yang diperlukan akan diaktifkan atau dikendalikan pada waktu tertentu. Tidak terkecuali pengendalian kecepatan putar yang akan dikirimkan dari mesin ke komponen lainnya.
Aplikasi yang paling sederhana dari plat kopling adalah dengan menghubungkan 2 poros yang berputar, dimana salah satu poros yang menjadi penggeraknya. Dalam masalah ini, poros penggerak terpasang dengan motor atau sumber daya lain atau poros yang digerakkan terhubung dengan beban kerja. Misalnya cara kerja mesin bor, satu poros tersambung dengan motor dan satu poros lainnya tersambung dengan chuck. Plat kopling ( Clutch ) menyambungkan 2 poros sehingga keduanya bisa berputar pada kecepatan sama atau berputar dengan kecepatan putar yang berbeda.

Ada 9 jenis plat kopling ( Clutch ) pada kendaraan bermotor adalah sebagai berikut :

1. Plat Kopling ( Clutch )

  • jenis ini adalah yang paling umum. Plat kopling modern terbuat dari keramik atau bahan organik campuran resin dengan kawat tembaga. Koefisien geseknya adalah 0,35 untuk material organik sementara untuk keramik adalah 0,25. Bahan material keramik biasanya digunakan untuk alat berat seperti truk atau untuk balapan. Material keramik yang keras akan menyebabkan roda gila dan mankok penekan cepat aus ( rusak ).
2. Plat Kopling Multipiring
  • Jenis ini memakai beberapa piringan yang dipasangkan dengan beberapa penggerak. Plat kopling ini banyak digunakan untuk mobil balap, beberapa jenis sepeda motor, transmisi otomatis, lokomotif diesel dan beberapa system 4WD yang kontrol secara elektronik.

3. Plat Kopling Basah

  • Jenis ini adalah jenis friksi yang pemakaiaanya direndam dalam pelumas yang dingin. Cairan pelumas ini akan menjaga permukaan tetap kering dan memberikan tampilan yang lebih halus ketika plat kopling dilepas ataupun disambung. Umur Plat kopling basah memiliki usia relatif lama. Adapun kerugian menggunakan jenis ini adalah banyak energi yang hilang karena adanya gesekan dengan fluida dan pelumas menjadikan lebih licin. Penggunaan beberapa piringan akan meningkatkan koefisien gesek yang rendah pada plat kopling basah.
4. Plat Kopling Sentrifugal
  • Jenis ini dipakai pada beberapa kendaraan dan aplikasi lainnya dimana kecepatan mesin menentukan kondisi dari plat kopling. Jenis ini memanfaatkan gaya sentrifugal untuk secara otomatis memasang atau melepas plat koplingsaat kecepatan putar mesin melebihi batas dan melepas atau memasang plat kopling ketika kecepatan putar mesin terlalu rendah.
5. Plat Kopling Kerucut
  • Jenis ini seperti namanya berarti memperluas bidang permukaan gesek pada diameter plat kopling yang sama dibanding dengan plat kopling piringan. Tapi proses penyambungan dan pelepasan plat kopling menjadi agak lama dan diperlukan lebih banyak tekanan.
6. Plat Kopling Pembatasan Torsi
  • Jenis ini disebut pula plat kopling slip atau plat kopling keselamatan. Alat ini memungkinkan poros yang berputar untuk slip ketika suatu tahanan berlawanan dengan putaran mesin. Contohnya adalah mesin pemotong rumput. Cara kerjanya yaitu pembatas torsi akan menghentikan transmisi daya ketika pisau pemotong melibas batu, batan pohon atau benda keras lainya. Efeknya jika tidak ada pembatas torsi maka mesin akan rusak karena beban terlalu tinggi melampaui daya mesin.
7. Plat Kopling Sabuk
  • Jenis ini banyak dipakai pada alat dan mesin pertanian serta beberapa jenis helikopter yang digerakkan dengan piston. Daya mesin ditransmisikan melalui sabuk V yang longgar saat mesin dalam keadaan tak bekerja. Dan ketika pulley idle digerakkan, maka sabuka akan mengencang dan kemudian otomatis daya mesin mampu ditransmisikan.
8. Plat Kopling Hidrolik
  • Pada jenis ini poros yang bergerak dan yang digerakkan tak terhubung secara fisik melainkan secara hidrodinamika.
9. Plat Kopling Elektromagnetik
  • Pada jenis ini diaktifkan dengan memakai elektromagnetik yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian plat kopling. Dan kontak juga slip cenderung halus.
Demikianlah penjelasan singkat tentang beberapa jenis plat kopling dan fungsinya pada kendaraan bermotor, semoga bermanfaat.

Disarikan dari Id.Wikipedia.Org
Hak Cipta Sepenuhnya pada Wikipedia.Org
visit page


Fungsi Sistem Anti Rem Terkunci ( Anti-lock Braking System ) Pada Kendaraan

Sistem rem anti terkunci atau anti-lock braking system ( ABS ) yaitu merupakan sistem pengereman pada sebuah mobil atau kendaraan roda empat atau lebih agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman secara mendadak atau keras.


Adapun sistem ini diadopsi dari teknologi serupa pada pesawat terbang. ABS bekerja apabila pada mobil terjadi pengereman keras mendadak sehingga salah satu atau semua roda berhenti sementara mobil masih melaju, membuat kendaraan tak terkendali sama sekali. Hal ini tentu sangat berbahaya terutama dijalan licin dan belokan. Ketika sensornya mendeteksi ada roda mengunci, ia akan memerintahkan piston rem untuk melepaskan tekanan kembali ke titik normal, lalu mengeraskan kembali ketika roda berputar. Proses itu berlangsung sangat cepat sekali, bisa mencapai 15 kali/detik. Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif sehingga dapat mengurangi resiko tingkat kecelakaan dijalan.

Kelebihan daripada ABS ( anti-lock braking system ) lebih cepat melakukan pengereman daripada sistem biasa yang terdapat pada mobil dan lebih stabil apabila terjadi suatu pengereman mendadak namun tidak membuat mobil kehilangan pengendalian sebesar 5 - 30 % jika dibandingkan dengan pengereman standar yang terdapat di mobil yang umumnya menggunakan 2 buah rem cakram dan dua buah rem drum dengan tekanan gas yang di setting oleh pabrik pembuatnya.

Skema ABS - Anti lock Braking System


Demikianlah, sajian singkat fungsi sistem anti rem terkunci ( Anti-lock braking system) pada kendaraan roda empat atau lebih. Semoga ada manfaatnya.


Salam Blogger,
       h72



Fungsi dan Pengertian Rem Pada Kendaraan

Sobat otomotif semua tentunya sudah pada kenal dengan yang namanya rem yang terdapat baik pada kendaraan roda dua ataupun empat.

Secara umum rem bisa diartikan adalah sebuah peranti/alat yang digunakan untuk memperlambat atau bahkan menghentikan laju gerkan roda. Karena roda di perlambat maka, secara otomatis gerkan kendaraan menjadi lambat. Energi kinetik yang hilang dari benda yang bergerak ini biasanya diubah menjadi panas karena gesekan. Pada rem generatif, sebagian energi ini pula dapat dipulihkan dan disimpan dalam roda gila ( Flywheel ), kapasitor, atau diubah menjadi arus bolak-balik oleh suatu alternator yang selanjutnya dilakukan melalui suatu penyearah ( rectifier ) dan disimpan dalam baterai untuk pengguna lain.

Energi kinetik meningkat sebanyak pangkat 2 kecepatan ( E=1/2 m.v2 ). Ini artinya bahwa jika kecepatan suatu kendaraan meningkat 2 kali, ia memiliki 4 kali lebih banyak energi. Rem harus membuang 4 kali lebih banyak energi untuk menghentikannya dan konsekuensinya jarak yang dibutuhkan untuk pengereman juga empat kali lebih jauh.

Sistem rem dalam teknik otomotif ialah suatu sistem yang memiliki fungsi untuk :
  • Mengurangi kecepatan kendaraan.
  • Menghentikan kendaraan yang sedang berjalan dan,
  • Menjaga kendaraan agar tetap berhenti.

Sedangkan komponen utama dalam sistem rem terdiri dari :
  1. Pedal rem atau tuas rem
  2. Penguat atau Booster
  3. Silinder master ( Master cylinder ) dan,
  4. Saluran pengereman atau Kabel ( lines )
SISTEM PENGEREMAN
  1. Rem drum : adalah rem bekerja atas dasar gesekan antara sepatu rem dengan drum yang ikut berputar dengan putaran roda kendaraan. Agar gesekan dapat memperlambat kendaraan dengan baik maka, sepatu rem di buat dari bahan yang mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Rem drum memiliki kelemahan jika terendam air, tidak dapat berfungsi dengan baik karena koefisien gesek berkurang secara significant. Oleh karena itu parts ini mulai ditinggalkan dalam dunia otomotif dan kemudian menggantinya dengan rem cakram.
  2. Rem cakram : adalah perangkat pengereman yang digunakan pada kendaraan modern. Cara kerja rem ini ialah dengan cara menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem ( brake pads ) ke cakram. Rem ini juga digunakan pada kereta api, sepeda motor dan juga sepeda. Sementara pada mobil balap, bahan yangdigunakan biasanya dikeramik agar lebih tahan panas yang ditimbulkan selama proses pengereman.


Terimaksih, semoga menjadi info bermanfaat.


Salam Blogger,

    h72


Sekilas Tentang ACCU ( Aki/ Akumulator ) Pada Kendaraan

Hampir setiap kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat bahkan lebih memakai yang namanya ACCU/ Aki atau Akumulator sebagai pelengkap tambahan energi untuk menggerakan komponen pada kendaraan itu sendiri, misal ketika kita hendak menghidupkan kendaraan bermotor dengan cara menekan tombol starter maka ACCU lah sebagai pemicu energi untuk menggerakkan stater pada kendaraan, begitu juga untuk lampu depan dan belakang, sein dan lain-lain.

Maka, ACCU ( Akumulator, Aki ) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi umumnya energi listrik dalam bentuk energi kimia. Untuk contoh akumulator yang biasa kita temukan adalah baterai dan kapasitor.
Sementara pada umumnya untuk di Indonesai kata akumulator ( sebagai aki atau accu ) hanya dimengerti sebagia " Baterai " mobil. Sedangkan dalam bahasa Inggeris, kata akumulator lebih mengacu kepada  baterai, kapasitor dan kompulsator dan lain-lain.



Di dalam standar Internasional setiap satu cell akumulator memiliki tegangan sebesar 2 volt, sehingga aki yang 12 volt akan memiliki 6 cell sedangkan aki 24 volt memiliki 12 cell.
Aki adalah parts cell yang banyak kita jumpai, itu karena banyak digunakan pada sepeda motor maupun mobil. Aki termasuk cell sekunder, karena selain menghasilkan arus listrik, aki dapat di isi arus listrik kembali. Dan secara sederhana aki merupakn cell yang terdiri dari elektrode Pb sebagi anode dan PbO2 sebagi Katode dengan elektrolit H2SO4.



Salam Blogger,

    h72

Piston, Silinder dan Fungsinya pada Kendaraan Bermotor

Belum lama saya menyajikan artikel tentang Jenis-jenis dan Istilah Roda gigi pada kendaraan bermotor. Dan selanjutnya untuk melengkapi pemahaman kita seputar suku cadang kendaraan bermotor dan fungsinya, maka erikut adalah akan menyajikan penjelasan tentang Piston , Silinder dan Fungsinya pada kendaraan bermotor.

PISTON

Piston adalah sumbat geser yang terpasang didalam sebuah silinder mesin pembakaran dalam silinder hidrolik, pneumatik dan silinder pompa.
Adapun tujuan dari piston dalam silinder ialah :

  1. Mengubah volume dari isi silinder, perubahan volume bisa diakibatkan karena piston mendapat tekanan dari isi silinder atau sebaliknya piston menekan isi silinder. Piston yang menerima tekanan dari fluida da akan mengubah tekanan tersebut menjadi gaya linear.
  2. Membuka -tutup jalur aliran.
  3. Kombinasi dari hal diatas.

Dengan fungsi tersebut, maka piston harus terpasang dengan rapat dalam silinder. Satu atau beberapa cincin atau ring seher dipasang pada piston agar sangat rapat dengan silinder. Pada silinder pada temperatur kerja menengah keatas, bahan ring terbuat dari logam, disebut dengan ring piston ( Piston Ring ). Sedangkan pada silinder pada temperatur kerja rendah, umumnya bahan ring terbuat dari karet, disebut dengan ring sil ( seal ring ).

PISTON MESIN

Piston pada mesin juga di senut juga dengan Torak, adalah bagian dari mesin pembakaran dalam yang berfungsi sebagai penekan udara masuk dan tekanan hasil pembakaran pada ruang bakar. Piston terhubung ke poros engkol ( crank shaft )melalui setang piston ( connecting rod ). Material piston umumnya terbuat dari bahan yang ringan dan tahan akan tekanan, misal aluminium yang sudah dicampur bahan tertentu misal alumunium alloy, piston meiliki muaian yang lebih besar dibandingkan dengan rumahnya ( cylinder block ). Hal tersebut harus diantisipasi dengan clearence silinder blok dan piston atau selisih diameter piston dengan diameter silinder blok . Clearence ini bervariasi untuk tiap-tiap piston. Banyak salah pengertian diantara para mekanik bahwa piston harus sesak atau pas dengan silinder blok. Hal ini mengakibatkan sering terjadinya macet ( jammed ) pada saat mesin panas ( overheat ). Yang seharusnya piston longgar terhadap silinder blok.Banyak orang mengira bahwa bentuk piston adalah bulat !. Padahal sesunggunya bentuk piston adalah oval dengan bagian terkecil terletak pada lubang pen piston. Bagian atas dari piston yaitu tempat ring piston , selalu lebih kecil dari bagian bawah piston ( bagian ekor ). Pada saat dimasukkan kedlam silinder blok yang terbentuk bulat sempurna, bentuk oval dari piston ini akan mengakibatkan bagian yang lebih kecil terlihat lebih ranggang.

RING PISTON ( RING SEHER )

Ring piston memiliki dua type, yaitu ring kompresi dan ring oli. Fungsi dari ring kompresi adalah pemampatan volume dalam silinder serta menghapus oli pada dinding silinder. Kemampuan kompresi ring piston yang sudah menurun akan mengakibatkan performa mesin menurun juga. sedangkan ring oli berfungsi untuk menampung dan membawa oli serta melumasi parts dalam ruang silinder. Ring oli hanya ada pada mesin 4 tak, karena pelumasan mesin 2 tak menggunakan oli samping.

SILINDER ( MESIN )
Ilustrasi dari sebuah silinder mesin deng piston, setang seher
klep dan busi ( spark plug )


Sebuah silinder dalam sebuah mesin pembakaran dalam dan pompa adalah bagian utama tempat piston bekerja. Pemakaian beberapa silinder biasanya disusun sejajar dalam satu garis didalam blok mesin. Silinder bisa dilapisi atau coating dengan nikasil. Volume dari sebuah silinder dapat dihitung dengan mengkalikan kuadrat jari-jari silinder dengan pi dan jarak piston berpindah didalam silinder disebut stroke atau langkah. Maka, kapasitas mesindari suatu mesin mobil dapat dihitung dari banyaknyajumlah silinder dari mesin itu.
Sebuah piston terletak didalam silinder bersama dengan ring piston.



Salam otomotif,

       h72










Jenis-jenis dan Istilah Roda Gigi dalam Otomotif

Beberapa waktu yang lalu saya menyajikan artikel seputar gir atau sprocket,pengertian dan fungsinya, dan kali ini saya akan mengulas tentang roda gigi,istilah dan jenisnya dalam otomotif.

Roda Gigi adalah bagian dari mesin yang berputar yang berguna untuk mentransmisikan daya. Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan dengan gigi  dari roda gigi yang lain. Dua atau lebih roda gigi yang bersinggungan dan bekerja bersama-sama disebut sebagai transmisi roda gigi, dan bisa menghasilkan keuntungan mekanis melalui rasio jumlah gigi. Roda mampu mengubah kecepatan putar, torsi dan arah daya terhadap sumber daya. Tidak semua roda gigi berhubungan dengan roda gigi yang lain, salah satu kasusnya adalah pasangan roda gigi dan pinion yang bersumber dari atau menghasilkan gaya translasi dan bukan gaya rotasi.

Transmisi roda gigi analog dengan transmisi sabuk dan puli. Keuntungan transmisi roda gigi terhadap sabuk dan puli adalah keberadaan gigi yang mampu mencegah slip, dan daya yang di transmisikan lebih besar. 

Namun, roda gigi tidak bisa mentrasmisikan daya sejauh yang bisa dilakukan sistem transmisi roda dan puli kecuali, ada banyak roda gigi yang terlibat didalamnya.

Ketika dua roda gigi dengan jumlah gigi yang tidak sama dikombinasikan, maka keuntungan mekanis bisa didapatkan baik itu kecepatan putar maupun torsi, yang mana bisa dihitung dengan persamaan yang sederhana. Roda gigi dengan jumlah gigi yang lebih besar berperan dalam mengurangi kecepatan putar namun, meningkatkan torsi.

Rasio kecepatan yang teliti berdasarkan jumlah giginya merupakan keistimewaan dari roda gigi yang mengalahkan mekanisme transmisi yang lain misal sabuk dan puli. Mesin yang presisi seperti jam tangan mengambil banyak manfaat dari rasio kecepatan putar yang tepat ini. Dalam kasus dimana sumber daya dan beban berdekatan, roda gigi memiliki kelebihan karena mampu didesain dalam ukuran kecil. Kekurangan dari roda gigi adalah biaya pembuatanya yang lebih mahal dan dibutuhkan pelumasan yang menjadikan biaya operasi lebih tinggi.

Ilmuwan Yunani Kuno Archimedes pertama kali mengembangkan roda gigi dalam ilmu mekanika di sekolah Aleksandria pada abad ketiga sebelum Masehi. Mekanisme Antikythera adlah contoh aplikasi roda gigi yang rumit yang pertama, yang didesain untuk menghitung posisi astronomi.Dan waktu pengerjaan mekanisme tersebut diperkirakan sekitar 150 dan 100 SM.

JENIS-JENIS RODA GIGI

  • SPUR : Spur adalah roda gigi yang paling sederhana, yang terdiri dari silinder ataupun piringan dengan gigi-gigi yang berbentuk secara radial. Ujung dari gigi-gigi ini berbentuk lurus dan tersusun paralel terhadap aksis rotasi. Roda gigi ini hanya bisa dihubungkan secara paralel.
  • Roda gigi dalam : Roda gigi dalam atau roda gigi internal atau internal gear adalah roda gigi yang gigi-giginya terletak dibagian dalam dari silinder roda gigi. Berbeda dengan roda gigi eksternal yang memiliki gigi-gigi diluar silindernya. Roda gigi internal tidak mengubah arah putaran.

  • Roda Gigi Heliks : adalah penyempurnaan dari spur. Ujung dari gigi-giginya tidak paralel terhadap aksis rotasi, melainkan tersusun miring pada derajat tertentu. Karena giginya bersudut, maka menyebabkan roda gigi terlihat seperti Heliks. Gigi-gigi yang bersudut menyebabkan pertemuan antaragigi-gigi menjadi perlahan sehingga pergerakan dari roda gigi menjadi halus dan minim getaran. Berbeda dengan spur  dimana pertemuan gigi-giginya dilakukan secara langsung memenuhi ruang antara gigi sehingga menyebabkan tegangan dan getaran. Roda gigi heliks mempu dioperasikan pada kecepatan tinggi dibandingkan spur karena kecepatan putar yang tinggi dapat menyebabkan spur mengalami getaran yang tinggi. Spur lebih baik digunakan pada putaran yang rendah. Kecepatan putar dikatakantinggi jika kecepatan linear dari pitch melebihi 25 m/detik. Roda gigi heliks bisa disatukan secara paralelmaupun melintang. Susunan secara paralel umum dilakukan, dan susunan secara melintang biasanya disebut dengan skew.

  • Roda gigi heliks ganda : Roda gigi heliks ganda atau roda gigi herringbonemuncul karena masalah dorongan aksial dari roda gigi heliks tunggal. Double helical gear memiliki dua pasang gigi yang berbentuk V sehingga seolah-olah ada dua roda gigi heliks yang disatukan. Hal ini akan menyebabkan dorongan aksial yang saling meniadakan. Roda gigi heliks ganda lebih sulit untu dibuat karena kerumitan bentuknya.
  • Roda gigi bevel : Roda gigi bevel bentuknya seperti kerucut terpotong dengan gigi-gigi yang terbentuk dipermukaanya. Ketika kedua roda gigi bevel bersinggungan, titik ujung kerucut yang imajiner akan berada pada satu titik dan aksis poros akan saling berpotongan. Sudut antara kedua roda gigi bevel bisa bernilai berapa saja kecuali 0 dan 180. Roda gigi bevel bisa berbentuk lurus seperti spur ataupun spiral seperti pada roda gigi heliks. Keuntungan dan kerugianya samaseperti perbandingan antara spur dan roda gigi heliks.
  • Roda Gigi Hypoid : Roda gigi hypoid hampir mirip dengan roda gigi bevel, namun kedua aksisnya tidak berpotongan.
  • Roda Gigi Mahkota : Roda gigi mahkota ( Crown Gear ) adalah salah satu bentuk dari bentuk roda gigi bevel yang gigi-giginya sejajar dan tidak bersudut terhadap aksis. Bentuk gigi-gignya menyerupai mahkota. Roda gigi mahkota hanya bisa dipasangkan secara akurat dengan roda gigi bevelatau spur.
  • Roda Gigi Cacing : Roda gigi cacing ( Worm Gear ) menyerupai scrup berbentuk batang yang dipasangkan dengan roda gigi biasa atau spur. Roda gigi cacing merupakan salah satu cara termudah untuk mendapatkan rasio torsi yang tinggi dan kecepatan putar yang rendah. Biasanya, pasangan roda gigi spur atau heliks memiliki rasio maksimum 10:1, sedangkan rasio roda gigi cacing mampu mencapai 500 : 1. Kerugian dari roda gigi cacing adalah adanya gesekan yang menjadikan roda gigi cacing memiliki efisiensi yang rendah sehingga membutuhkan pelumasan. Roda gigi cacing mirip dengan roda gigi heliks, kecuali pada sudut gigi-giginya yang mendekati 90 derajat dan bentuk bedanya biasanya memanjang mengikuti arah aksial. Jika setidaknya ada satu gigi yang mencapai satu putaran mengelilingi badan roda gigi, maka itu adalah roda gigi cacing. Jika tidak, maka itu adalah roda gigi heliks. Roda gigi cacing memiliki setidaknya satu gigi yang mampu mengelilingi badanya beberapa kali. Jumlah gigi pada roda gigicacing biasanya disebut dengan Thread. Dalam pasangan roda gigi cacing, batangnya selalu bisa menggerakkan roda gigi spur. Jarang sekali ada spur yang mampu menggerakkan roda gigi cacing. sehingga bisa dikatakn bahwa pasangan roda gigi cacing merupakan transmisi satu arah.
  • Roda Gigi Non - Sirkular : Roda gigi non sirkular dirancang untuk tujuan tertentu. Roda gigi biasanya dirancang untuk mengoptimasi transmisi daya dengan minim getaran dan keausan, roda gigi non-sirkular dirancang untuk variasi rasio, osilasi dan sebaginya.
  • Roda Gigi Pinion : Pasangan roda gigi pinion terdiri dari roda gigi, yang disebut pinion,dan batang bergerigi yang disebut dengan rack. Perpaduan rack dan pinion menghasilkan mekanisme transmisi torsi yang berbeda, torsi yang ditransmisikan dari gaya putar ke gaya translasi atau sebaliknya. Ketika pinion berputar rack akan bergerak lurus. Mekanisme ini banyak digunakan pada beberapa jenis kendaraan untuk mengubah rotasi dari setir kendaraan menjadi pergerakan kekanan dan kekiri dari rack sehingga roda berubah arah.
  • Roda Gigi Episiklik : Roda gigi episiklik adalah kombinasi roda gigi yang menyerupai pergerakan planet dan matahari. Roda gigi jenis ini digunakan untuk megubah rasio putaran porossecara aksial, dan bukan paralel. Kombinasi dari beberapa roda gigi episiklik dengan mekanisme penghentian pergerkan roda gigi internal mengahsilkan rasio yang dapat berubah-ubah. Mekanisme ini digunakan dalam kendaraan dengan transmisi otomatis.Roda gigi planet yang sederhana dapat sitemukan pada zaman revolusi industri di Inggris. ketika itu mekanisme roda gigi yang berputar mengelilinginya sebagai planet, menjadi bagian utama dari mesin uap. Bagian ini mengubah gaya translasi menjadi rotasi, yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.


ISTILAH-ISTILAH DALAM RODA GIGI
  1. Frekuensi Putaran: merupakan ukuran berapa banyak putaran yang terjadi dalam satu satuan waktu. Misal, RPM adalah berapa banyak putaran dalam satu menit.
  2. Frekuensi Angular : di ukur dalam radian per detik, dimana 1 RPM = pi/30 rad/detik. satu putaran bernilai 2 pi rad.
  3. Jumlah Gigi : Jumlah gigi yang dimiliki oleh roda gigi. Dalam kasus roda gigi cacing, jumlah gigi adalah nomor thread dari roda gigi cacing.
  4. Aksis : Sumbu yang melalui pusat perputaran roda gigi.
  5. Pitch : Ruang diantara gigi.
  6. Sudut Heliks : sudut antara tangen ke heliks dan aksis roda gigi. Sudut heliks roda gigi spur bernilai nol, dan sudut heliks roda gigi cacing mendekati 90 derajat.
Source info : http://id.wikipedia.org/wiki/Roda_gigi

Terimakasih, semoga bermanfaat.


Salam Blogger,

      h72



Gir Atau Sprocket, Pengertian dan Fungsinya

Gir ( Gear ) atau Sprocket adalah roda bergerigi yang yang berpasangan dengan rantai, tarack atau benda panjang yang bergerigi lainnya. Sprocket berbeda dengan roda gigi, sprocket tidak pernah bersinggungan dengan sprocket lainnya dan tidak pernah cocok. Sprocket juga berbeda dengan puli dimana sprocket memiliki gigi sedangkan puli pada umumnya tidak memiliki gigi.


 photo Chain_zps35cd52b8.gif
Ilustrasi Gerakan Sprocket dengan
Rantainya

Sprocket yang digunakan pada sepeda, sepeda motor, mobil, kendaraan roda rantai dan mesin lainnya digunakan untuk mentransmisikan gaya putar antara 2 poros dimana roda gigi tidak mampu menjangkaunya.

Pada sepeda, pengubahan rasio kecepatan putar secara keseluruhan dilakukan dengan memvariasikan diameter dari sprocket. Perubahan diameter dari sprocket akan mengubah jumlah gigi pada sprocket. Ini adalah dasar dari derailleur gear. Misal sepeda dengan 10 speed, bisa didapatkan dengan menggunkan 2 sprocket pada proses penggerak dan 5 sprocket pada poros roda. Rasio kecepatan yang rendah menguntungkan pengguna sepeda dijalan yang menanjak, sedangkan rasio kecepatan yang tinggimemudahkan untuk bergerak cepat dijalan yang datar.

Pada sepeda motor, tidak ada pengubahan diameter sprocket ketiak bergerak. Namun perubahan diameter sprocket secara manual mampu mengubah tingkat akselerasi dan kecepatan tertinggi dari sepeda motor.

Sprocket juga digunakan pada kendaraan roda rantai. pada kendaraan jenis ini, jumlah sprocket yang terlibat banyak, namun sprocket yang menggerakkan hanya satu, dua atau tiga. Sprocket yang menggerakkan jika hanya satu biasanya berada di depan atau dibelakang kendaraan. Sementara dengan dua sprocket penggerak, posisi sprocket ada didpean dan belakang. Sprocket penggerak ketiga biasanya bisa dimana saja dan biasanya posisinya lebih tinggi dari sprocket penggerak yang lain.


Terimakasih, semoga berguna sebagai tambahan wawasan otomotif kita...


Salam Blogger,

    h72






Shock Breaker atau Peredam Kejut dan Fungsinya

Peredam kejut atau Shock Absorber, Shock Breaker atau damper adalah sebuah alat mekanik yang di desain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik.

Peredam kejut adalah bagian terpenting dalam suspensi kendaraan bermotor, roda pendaratan pesawat terbang, dan banyak mendukung mesin Industri. Peredam kejut berukuran besar juga digunakan dalam arsitektur dan teknik sipil untuk mengurangi kelemahan struktur akibat gempa bumi dan resonansi.


 photo Gas_damper_mov_zpsd1a22382.gif
Animasi cara kerja peredam kejut
jenis Gas


Dalam kendaraan alat ini berfungsi untuk mengurangi efek dari kasarnya permukaan jalan. Tanpa peredam kejut, kendaraan dapat terlempar seperti energi yang tersimpan dalam per dan lalu dilepaskan pada kendaraan, barangkali melebihi gerakan suspensi. Kontrol gerkan berlaebih pada suspensi tanpa peredam kejut diredam secara paksaoleh per yang kaku yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam berkendara. Peredam kejut diperkenankan menggunakan per yang lembut yang mengontrol gerkan suspensi dalam merespon gundukan atau lubang. Dan juga, berhubungan dengan pelambatan efek fisik dalam ban itu sendiri, mengurangi gerakan naik-turun per. Karena ban tidaklah selembut per, untuk meredam hentakan ban mungkin dibutuhkan shock yang kaku yang kebih ideal untuk kendaraan.

Peredam kejut Pneumatik dan Hydraulic umumnya mengambil bentuk sebuah Silinder dengan Piston yang bergerak didalamnya. Silinder harus di isi dengan cairan kental, seperti minyak Hydraulic atau udara. Cairan ini di isikan kedlam dashpot . Peredam kejut berbasis per umumnya menggunakan per keong atau per daun. Per ideal itu sendiri, bukanlah peredam kejut seperti per yang hanya menyimpan dan tidak menghilangkan atau menyerap energi. Kendaraan biasanya menggunakan dua per atau palang torsi yang berfungsi senagai peredam kejut Hydraulic. Dalam kombinasi ini, peredam kejut secara khusus menyediakan piston Hydraulic yang menyerap dan menghilangkan getaran. Per tidak dianggap sebagai peredam kejut.

Peredam kejut harus menyerap dan atau menghilangkan energi. Dan desainya harus dipertimbangkan, oleh karena itu harus dibuat ketika mendesain atau memilih sebuah peredam kejut adalah kemana energi akan pergi.
Umumnya, dalam kebanyakan Dashpot , energi diubah kedlam panas didalam cairan kental. Dalam silinder hydraulic, minyak hidrolik akan memanas. Dalam silinder udara, udara panas selalu dilepaskan ke atmosphere. Dalam type Dashpot yang lain, seperti elektromagnetik, energi yang hilang dapat disimpan dan bisa digunakan kemudian jika diperluakan.


Semoga bermanfaat........


Salam Blogger,


     h72


Knalpot Sebagai Sistem Pembuangan

Knalpot atau sistem pembuangan adalah saluran untuk membuang sisa hasil pembakaran pada mesin pembakaran dalam. Sistem pembuangan pada kendaraan terdiri dari beberapa komponen, minimal terdiri dari satu pipa pembuangan yang di indonesia di kenal dengan nama knalpot yang di adopsi dari bahasa Belanda yang artinya saringan udara.

DESAIN

Desain saluran pembuangan dirancang untuk menyalurkan gas hasil pembakaran mesin ke tempat yang aman bagi pengguna mesin. Gas hasil pembakaran umumnya panas, untuk itu saluran pembuangan harus tahan panas dan sangat cepat melepaskan panas. Saluran pembuangan tidak boleh melewati atau berdekatan dengan material yang mudah terbakar atau mudah rusak karena panas. Meskipun kelihatanya sederhana, tetapi sistem pembuangan cukup berpengaruh terhadap performa mesin.

KOMPONEN UTAMA

Pada umumnya komponen dalam sistem pembuangan terdiri dari :
  1. Kepala Silinder, disini dimana pipa pembuangan dimulai kecuali pada mesin 2 langkah dimana saluran pembuangan ditempatkan dibagian bawah dinding silinder.
  2. Exhaust manifold atau Exhaust Header, dimana pipa dari beberapa ruang bakar/silinder bergabung.
  3. Catalytic Converter untuk menurunkan kadar gas beracun, CO, HC dan NOx
  4. Knalpot, pipa untuk mengalirkan gas hasil pembakaran
  5. Peredam Suara atau disebut juga Muffler , yang berfungsi untuk meredam suara. Pada sepeda motor, peredam bunyi ada didalam knalpot sedangkan pada mobil umunya terlihat dengan jelas berupa tabung sebelum ujung pipa pembuangan.
Selain itu ada opsional komponen berupa Turbocaharger , yang menggunakan tenaga/ energi yang masih tersisa untuk memutar turbin agar udara yang akan dimasukkan ke ruang bakar bertekanan sehingga mesin akan menghasilkan tenaga yang lebih besar.



Salam Otomotif,

       h72

Speedometer dan Fungsinya Pada kendaraan Bermotor

Tentu kita sudah tidak asing lagi ditelinga dan mata kita ketika dilihat dan mendengar yang namanya speedometer yang terdapat pada jenis kendaraan bermotor baik roda 2 ataupun roda 4 bahkan lebih.
Speedometer adalah adalah alat pengukur kecepatan kendaraan darat, yang merupakan perlengkapan standar setiap kendaraan yang beroperasi di jalan.

Speedometer berfungsi agar pengemudi mengetahui kecepatan kendaraan yang dijalankanya dan dijadikan informasi utama untuk mengendalikan kecepatan dikawasan atau jalan agar tidak terlalu lambat dan terlalu cepat, dan agar bisa mengatur waktu perjalanan dan mengendalikan kecepatan dijalan yang kecepatannya dibatasi.

CARA KERJA SPEEDOMETER

Ada beberapa jenis sensor pengukuran kecepatan pada kendaraan bermotor adalah :

  • Mekanis, adalah perangkat pengukur kecepatan yang dihubungkan langsung dengan roda depan atau transmisi dengan menggunakan suatu kabel yang ikut berputar saat kendaraan bergerak, gerakan berputar ini kemudian diubah untuk menggerakkan jaruk kecepatan.
  • Elektronik, adalah pengukur kecepatan yang bekerja atas dasar sensor yang ditempatkan pada poros penggerak yang mendeteksi jumlah putaran poros untuk selanjutnya data dikirim ke speedometer dengan prinsip arus Eddy yang menggerakkan jarum kecepatan ataupun menunjukkan kecepatan secara digital.
  • GPS, adalah perangkat pengukur kecepatan yang menggunakan perubahan data posisi koordinat bumi yang diperoleh dari satelit GPS yang diolah oleh prosesor menjadi informasi kecepatan.



Salam Blogger

      h72

Sistem Pengapian Kondensator ( CDI ) dan Cara Kerjanya

Sistem pengapian kondensator ( Kapasitor ) atau biasa disebut CDI dari bahasa Inggris yaitu Cpacitor Discharge Ignition merupakan salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan bermaotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan ( Discharge Current )dari kondensator yang gunanya mencatudaya Kumparan Pengapian ( Ignition Coil ).
Pada sistem pengapian magneto terdpat beberapa kekurangan yaitu :

  1. Kumparan pengapian yang dipakai haruslah memiliki nilai induktansi yang besar, sehingga unjuk kerjanya diputaran tinggi mesin kurang memuaskan.
  2. Bentuk fisik kumparan pengapian yang dipakai relatif besar.
  3. Pemakaian kontak pemutus ( breaker contact ) menuntut perwatan dan penggantian komponen tersendiri.
  4. Membutuhkan pencatudaya yang mempunyai keluaran dengan beda potensial listrik yang relatif rendah dan Kuat arus listrik yang relatif besar. Hal ini menuntut pemakaian komponen penghubung yang mempunyai nilai Resistansi serendah mungkin.

Walaupun pada nantinya dikembangkan sistem pengapian transistor atau TSI ( Transitorized Switching Ignition ) atau TCI ( Transistor Controlled Ignition ) yang menggunakan Transistor untuk menggantikan kontak pemutus, perlahan-lahan kurang diminati seiring dengan kemajuan teknologi.

CARA KERJA




Awalnya sebuah pencatudaya akan mengisi muatan pada kondensator dalam bentuk arus listrik searah sampai mencapai beberapa ratus volt. selanjutnya sebuah pemicu akan diaktifkan untuk menghentikan proses pengisian muatan kondensator, sekaligus memulai proses pengosongan muatan kondensator untuk mencatudaya kumparan pengapian melalui sebuah saklar elektronik.
Karena bekerja secara elektronik, sebagian komponenya merupakan komponen-kompnen elektronik yang ditempatkan pada Papan Rangkaian Tercetak atau Printed Circuit Board ( PCB ), lalu dibungkus dengan bahan khusus agar terlindungi dari kotoran, uap, cairan maupun panas. banyak orang menyebutnya Modul CDI ( CDI Module ), Kotak CDI ( CDI Box ) atau CDI saja.
Berdasarkan pencatudayanya, sistem pengapian CDI terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Sistem pengapian CDI AC yang merupakan dasar dari sistem pengapian CDI, dan menggunakan pencatudaya dari sumber Arus Listrik Bolak-balik ( Dynamo AC/ alternator ).
  2. Sistem pengapian CDI DC yang menggunakan pencatudaya dari sumber arus listrik searah misalnya : dinamo DC, Battere atau ACCU.
BAGIAN-BAGIAN SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Berikut adalah bagian-bagian yang bisa ditemui atau mungkin beberapa diantaranya kadang-kadang tidak dipakai karan suatu hal didalam suatu sistem pengapian CDI adalah :
  • Kumparan Pengisian ( Charging Coil )
  • Kumparan Pemicu ( Trigger/Pulser Coil )
  • Penyearah ( Rectifier )
  • Batterai ( Battery )
  • Sekering ( Fuse )
  • Konci Kontak ( Contact Switch )
  • Kondensator ( Capacitor )
  • Saklar Elektronik (Elektronic Switch )
  • Pengatur/ penyetabil Tegangan ( Voltage Regulator/ Stabilizer )
  • Transformator penaik tegangan ( Voltage step up transformer )
  • Pengubah tegangan ( Voltage Converter/ Inverter )
  • Pelipat Tegangan ( Voltage Multiplier )
  • Kuumparan pengapian ( Ignition Coil )
  • Kabel Busi (Spark Plug Cable )
  • Busi ( Spark Plug )
  • Sistem Pengawatan ( Wiring system )
  • Jalur Bersama ( Common Line )
CATATAN

Ada banyak ragam modul CDI dibuat, pada dasarnya harus memenuhi kebutuhan yang diminta oleh kumparan pengapian dan secara tidak langsung harus menunjang pembakaran seoptimal mungkin, dengan cara mengatur besarnya arus, tegangan dan durasi dari proses pengisian dan pengosongan muatan kondensator. Hal ini menentukan besarnya pasokan daya untuk kumparan pengapian dan juga Pewaktuan pengapian ( Ignition Timing ).

Source info : http://id.wikipedia.org/wiki/CDI



Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan ilmu bidang otomotif.

Salam Blogger,

      h72





Busi dan Cara Kerjanya

Busi adalah berasal dari bahasa Belanda ialah bougie yaitu suatu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik. Pada bagian tengah busi terdpat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian ( ignition coil ) diluar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan didalam silinder. Hak paten untuk busi diberikan secara terpisah kepada Nikola Tesla, Richard Simms dan Robert Bosch. Karl Benz juga merupakan salah satu yang dianggap sebagai perancang busi.

Mesin pembakaran internal dapat dapat dibagi menjadi mesin dengan percikan, yang memerlukan busi untuk memercikan campuran antara bensin dan udara, dan mesin kompresi ( mesin diesel ), yang tanpa percikan, mengkompresi campuran bensin yang  dihasilkan oleh udara sampai terjadi percikan dengan sendirinya jadi tidak memerlukan busi.

CARA KERJA


Busi tersambung ke tegangan yang besarnya ribuan volt yang dihasilkan oleh koil pengapian ( Ignition Coil ). Tegangan listrik dari koil pengapian menghasilkan beda tegangan antara elektrode dibagian tengah busi dengan bagian samping. Arus tidak dapat mengalir karena bensin dan udara yang ada dicelah merupakan isolator, namun semakin besar beda tegangan, struktur gas diantara kedua elektrode tersebut menjadi berubah.
Pada saat tegangan melebihi kekuatan elektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut menglami proses ionisasi dan yang tadinya bersifat insulator dan berubah menjadi konduktor. setelah ini terjadi, arus elektron dapat mengalir, dan dengan mengalirnya elektron maka suhu dicelah percikan busi menjadi naikdrastis sampai 60.000 K. suhu yang sangat tinggi ini membuat gas yang terionisasi untuk memuai dengan cepat seperti ledakan kecil. Inilah yang disebut percikan busi, yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar atau petir mini.

Semoga ada manfaatnya untuk menambah wawasan tentang otomotif.

Salam Blogger

   h72







Sekilas Tentang Teknik Otomotif

TEKNIK OTOMOTIF

teknik otomotif adalah salah satu cabang ilmu teknik mesin yang mempelajari bidang tentang bagaimana merancang, membuat, dan mengembangkan alat-alat transfortasi darat yang menggunakan mesin, terutama sepeda motor, mobil, bis dan truk. Teknik otomotif menggabungkan elemen-elemen pengetahuan mekanika, listrik, elektronika, keselamatan lingkungan dan matematika, fisika, kimia, biologi dan manajemen.

Cabang-cabang dari teknik otomotif meliputi :
  • Perencanaan ( product atau desain )
  • Pengembangan ( Development )
  • Produksi ( Manufacturing )
  • Perawatan ( maintenance )
Di Indonesia pada saat ini cabang yang sangat berkembang adalah perawatan dan umumnya mengenai perwatan mobil dan sepeda motor.

SISTEM DALAM OTOMOTIF

Dalam teknik otomotif, menguasai sistem-sistem yang ada, alat-alat transfortasi darat merupakan suatu keharusan. Sistem tersebut terdiri dari beberapa sistem utama dan puluhan subsistem. Sistem tersebut dapat dikelompokan menjadi 7 kelompok besar yaitu :

1. Mesin ( Engine )

  1. Tangki bahan bakar
  2. Pompa Bahan bakar
  3. Karburator atau Sistem Injeksi bahan bakar
2. Pemindah Daya ( Power train )

  1. Transfer case ( untuk penggerak 4 roda )
  2. Penggerak akhir ( Final drive )
  3. Roda ( Wheel )
Source info : http://id.wikipedia.org

Semoga bermanfaat bagi pencinta otomotif di seluruh Indonesia khususnya dan belahan dunia umumnya.

Salam Blogger
h72